Thursday, December 22, 2016

Immortal Jellyfish

Ceritanya, sore ini saya sedang membaca sebuah novel. Salah satu karakter dalam cerita tersebut menyebutkan satu jenis makhluk hidup yang yang unik, yaitu ubur – ubur abadi. Saya pun jadi bertanya – tanya, ini makhluk fiksi atau beneran ada? Akhirnya saya google. Ternyata memang benar – benar ada jenis ubur – ubur abadi, alias immortal jellyfish. Jenis ubur – ubur ini disebut Turritopsis dohrnii, disebut juga immortal jellyfish.
Semua makhluk hidup mengalami fase alami dari lahir, tumbuh dewasa, menua, kemudian mati. Tetapi sepertinya fase ini tidak dialami oleh ubur – ubur abadi atau Turritopsis dohrnii. Makhluk ini bisa kembali ke tahap muda setelah melewati fase dewasa (sexually mature).
Turritopsis dohrnii mengawali masa hidupnya sebagai planula (larva kecil). Kemudian  berkembang menjadi polyps yang hidup menempel di dasar lautan. Setelah fase polyps, Turritopsis tumbuh menjadi medusae. Pada tahap medusae, Turritopsis tidak lagi hidup menempel di dasar lautan tetapi berenang bebas, dan pada akhirnya dia akan mencapai fase dewasa atau sexually mature. Panjang Turritopsis 3 – 4 milimeter.
Ketika menghadapi ancaman bahaya dari lingkungannya, seperti penyakit, terluka, kelaparan, atau bahkan menua, Turritopsis akan mengembalikan kondisi tubuhnya ke fase polyps. Dia melakukan tranformasi ini melalui proses perkembangan sel. Proses ini disebut transdifferentiation. Proses transdifferentiation pada Turritopsis ini akan terus berulang sepanjang hidupnya. Dengan kata lain, secara biologis, Turritopsis tidak akan menua dan tidak mengalami kematian. Maka makhluk hidup ini bisa disebut abadi atau immrotal.
Habitat ubur – ubur abadi ini adalah laut Mediterrania. Pertama kali ditemukan di lautan Mediterania pada tahun 1883. Namun kemampuannya dalam melakukan proses transdifferentiation baru ditemukan oleh para ilmuan pada pertengahan 1990an. Sekarang ini, species ubur – ubur jenisTurritopsis dohrnii juga dapat ditemukan di perairan Jepang, Spanyol dan Samudera Atlantik wilayah Panama. Para ilmuan menduga, ubur – ubur ini terbawa ke perairan di luar Meditrrania oleh kapal cargo.
Jika ubur – ubur abadi ini terus bereproduksi tapi spesiesnya tidak pernah mati, maka dalam puluhan atau ratusan tahun bisa jadi laut diseluruh dunia tertutup ubur – ubur abadi ini. Lalu apakah Turritopsis benar – benar tidak mengalami kematian? Ubur – ubur abadi ini ternyata bisa mengalami kematian. Turritopsis hanya dapat melakukan proses transdifferentiation setelah mencapai fase dewasa (sexually mature). Namun pada fase polyps atau medusae, Turritopsis bisa dimangsa predator atau terkena penyakit yang disebabkan oleh kondisi lingkungannya. Pada kondisi seperti ini, mereka akan mati sebelum mencapai fase dewasa dan tidak dapat melewati proses transdifferentiation. Kesimpulannya, secara biologi mereka abadi, tapi juga bisa mati karena faktor kondisi lingkungan. So, these creatures might be immortal, but they are not invincible.
Namun, coba kita bayangkan, seandainya suatu saat nanti para ilmuan berhasil menemukan rekayasa genetika yang memungkinkan proses transdiferentiation Turritopsis ini dapat diaplikasikan kepada manusia. Mungkin species manusia akan menjadi ageless, tidak akan menjadi tua dan mati. Seperti diceritakan dalam beberapa novel dan film science fiction
Tetapi tentu saja hal ini tidak mungkin terjadi. Tidak ada makhluk yang hidup abadi karena itulah yang telah ditentukan oleh Tuhan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. Hanya Allah yang kekal abadi.
Turritopsis Dohrnii

No comments:

Post a Comment