Ceritanya,
sore ini saya sedang membaca sebuah novel. Salah satu karakter dalam cerita
tersebut menyebutkan satu jenis makhluk hidup yang yang unik, yaitu ubur – ubur
abadi. Saya pun jadi bertanya – tanya, ini makhluk fiksi atau beneran ada?
Akhirnya saya google. Ternyata memang benar – benar ada jenis ubur – ubur
abadi, alias immortal jellyfish. Jenis ubur – ubur ini disebut Turritopsis dohrnii, disebut juga immortal jellyfish.
Semua
makhluk hidup mengalami fase alami dari lahir, tumbuh dewasa, menua, kemudian
mati. Tetapi sepertinya fase ini tidak dialami oleh ubur – ubur abadi atau Turritopsis dohrnii. Makhluk ini bisa
kembali ke tahap muda setelah melewati fase dewasa (sexually mature).
Turritopsis dohrnii mengawali masa hidupnya sebagai planula (larva
kecil). Kemudian berkembang menjadi
polyps yang hidup menempel di dasar lautan. Setelah fase polyps, Turritopsis tumbuh menjadi medusae. Pada
tahap medusae, Turritopsis tidak lagi
hidup menempel di dasar lautan tetapi berenang bebas, dan pada akhirnya dia
akan mencapai fase dewasa atau sexually mature. Panjang Turritopsis 3 – 4 milimeter.
Ketika
menghadapi ancaman bahaya dari lingkungannya, seperti penyakit, terluka,
kelaparan, atau bahkan menua, Turritopsis
akan mengembalikan kondisi tubuhnya ke fase polyps. Dia melakukan
tranformasi ini melalui proses perkembangan sel. Proses ini disebut
transdifferentiation. Proses transdifferentiation pada Turritopsis ini akan terus berulang sepanjang hidupnya. Dengan kata
lain, secara biologis, Turritopsis tidak
akan menua dan tidak mengalami kematian. Maka makhluk hidup ini bisa disebut
abadi atau immrotal.
Habitat
ubur – ubur abadi ini adalah laut Mediterrania. Pertama kali ditemukan di
lautan Mediterania pada tahun 1883. Namun kemampuannya dalam melakukan proses
transdifferentiation baru ditemukan oleh para ilmuan pada pertengahan 1990an.
Sekarang ini, species ubur – ubur jenisTurritopsis
dohrnii juga dapat ditemukan di perairan Jepang, Spanyol dan Samudera
Atlantik wilayah Panama. Para ilmuan menduga, ubur – ubur ini terbawa ke
perairan di luar Meditrrania oleh kapal cargo.
Jika
ubur – ubur abadi ini terus bereproduksi tapi spesiesnya tidak pernah mati,
maka dalam puluhan atau ratusan tahun bisa jadi laut diseluruh dunia tertutup
ubur – ubur abadi ini. Lalu apakah Turritopsis
benar – benar tidak mengalami kematian? Ubur – ubur abadi ini ternyata bisa
mengalami kematian. Turritopsis hanya
dapat melakukan proses transdifferentiation setelah mencapai fase dewasa
(sexually mature). Namun pada fase polyps atau medusae, Turritopsis bisa dimangsa predator atau terkena penyakit yang
disebabkan oleh kondisi lingkungannya. Pada kondisi seperti ini, mereka akan
mati sebelum mencapai fase dewasa dan tidak dapat melewati proses transdifferentiation.
Kesimpulannya, secara biologi mereka abadi, tapi juga bisa mati karena faktor
kondisi lingkungan. So, these creatures might be immortal, but they are not
invincible.
Namun,
coba kita bayangkan, seandainya suatu saat nanti para ilmuan berhasil menemukan
rekayasa genetika yang memungkinkan proses transdiferentiation Turritopsis ini dapat diaplikasikan kepada manusia. Mungkin species manusia akan
menjadi ageless, tidak akan menjadi tua dan mati. Seperti diceritakan dalam
beberapa novel dan film science fiction.
Tetapi
tentu saja hal ini tidak mungkin terjadi. Tidak ada makhluk yang hidup abadi
karena itulah yang telah ditentukan oleh Tuhan bahwa setiap yang bernyawa pasti
akan mati. Hanya Allah yang kekal abadi.
![]() |
| Turritopsis Dohrnii |

No comments:
Post a Comment