Sunday, February 7, 2016

Termasuk Jenis Guru Manakah Anda?

Dalam sebuah teachers' training yang pernah saya ikuti, sang trainer menyampaikan bahwa guru itu dikategorikan kedalam 4 kelompok. Masing – masing kategori tersebut memiliki tujuan dan latar belakang yang berbeda sebagai guru. Ketika pertama kali mendengarnya memang agak sedikit lucu. Tetapi setelah dipikirkan, memang seperti itulah adanya.

Guru Dasar
Guru dasar adalah seseorang yang menjadi guru karena faktor keturunan. Kakek/ neneknya adalah seorang guru. Ayah/ ibunya adalah seorang guru. Paman/ bibinya adalah seorang guru. Dan nasib pun membawanya menjadi seorang guru. So, teaching is in their blood. Mungkin dirinya tidak bercita – cita menjadi guru, tapi karena leluhurnya guru, maka pada akhirnya dia pun menjadi seorang guru. 

Tidak ada yang salah dengan guru jenis ini jika pada akhirnya dia menemukan jalannya sendiri untuk menjadi guru yang professional dan berdedikasi untuk pendidikan, serta memiliki integritas sebagai seorang guru.

Guru nyasar
Kelompok yang kedua disebut guru nyasar. Seperti istilahnya ‘nyasar’ berarti dia berakhir di tujuan yang tidak pernah ditujunya di awal perjalanan. Guru nyasar adalah seseorang yang pada awalnya tidak pernah bercita – cita untuk menjadi seorang guru. Mungkin pada awalnya dia memimpikan untuk memiliki profesi lain, yang pasti tidak menjadi guru. Tetapi, apalah daya, profesi atau pekerjaan yang dia inginkan tidak pernah didapat. Dan satu – satunya kesempatan yang ada adalah menjadi guru. Maka jadilah dia guru nyasar. 

Tetapi juga tidak ada salahnya menjadi guru nyasar jika seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya pengalaman, pada akhirnya dia jatuh cinta terhadap profesi pendidik. Dia menemukan passion nya di bidang pendidikan, mulai belajar, dan bukan tidak mungkin pada akhirnya dia menjadi seorang guru yang professional dan berdedikasi.

Namun demikian, akan jadi malapetaka bagi dunia pendidikan jika orang tersebut selamanya menjadi guru nyasar. Dia hanya akan menganggap tugasnya hanya sebatas pekerjaan yang membebani. Dia tidak pernah tahu dan tidak mau tahu bagaimana cara mendidik yang sebenarnya. Dia tidak akan pernah memiliki keinginan untuk belajar dan mengembangkan ilmu mendidiknya. Akhirnya dia akan mengajar seadanya dan semampunya.

Guru bayar
Guru jenis ketiga ini yang agak lucu. Dia akan selalu meminta upah atas setiap pekerjaan yang dilakukannya. Ketika ditugaskan membuat soal, dia akan bertanya, “Bayaranya berapa?” Ketika diminta memberikan bimbingan belajar bagi siswa – siswanya, dia akan bertanya, “Berapa bayarannya per jam?” Ketika ada tugas ke luar sekolah, dia pun akan bertanya lagi, “Uang transportya berapa?” 

Semua hal yang dilakukannya harus ada hitungan nominal.

Guru benar
Inilah kelompok guru yang paling hebat, guru benar. Dialah seorang pendidik yang secara sadar dan tulus memilih profesi sebagai guru. Dia memahami dengan sangat baik arti dari menjadi seorang guru dan pendidik. Dia memiliki integritas sebagai seorang pendidik dan memiliki dedikasi terhadap anak – anak didiknya. Baginya menjadi guru adalah sebuah pilihan bukan suatu kebetulan apalagi keterpaksaan.

So, mari merefleksi diri, guru jenis manakah kita? Mungkin hanya diri kita sendiri dan Tuhan yang tahu jawabannya.






No comments:

Post a Comment